Jumat, 06 Juli 2018

Laporan ke-1 PKTI


LAPORAN PERKEMBANGAN KE-1 TUGAS AKHIR
PERKULIAHAN KE-12

A.    Judul
Pengaruh Game Mobile Legend Terhadap Manajemen Waktu Mahasiswa (Studi Kasus Di Prodi Ppkn Fkip Unram)                                                                                                                      

B.     Rumusan Masaalah:
1.      Pengertian dari Games Mobile Legend.
2.      Pengaruh mobile legend terhadap manajemen waktu mahasiswa Prodi PPKn FKIP UNRAM.

C.     Indikator dari Rumusan masalah
1.      Waktu belajar Terganggu
2.      Prestasi belajar menurun
3.      Tumbuhnya kemalasan dalam diri individu dalam mengikuti perkuliahan dan mengerjakan tugas.
4.      Kesehatan Tubuh Teganggu

D.    Kajian Pustaka
Darmodiharjo. 1984.  Permainan dalam Perspektif Ahli. Jakarta: Aries Lima
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kendana Pemuda media group.

Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitatif dan

Kuantitatif Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga

Syarbaini, Syahrial. 2012. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Implementasi Nilai-Nilai Karakter Bangsa. Jakarta: Ghalia Indonesia

Mbendoliq, Yanu. Penelitian Kuantitatif Pengaruh Game Online dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial. https://www.academia.edu


E.     Metodologi Penelitian.
·         Penelitian ini pada prinsipnya berupaya untuk mengetahui sejauhmana pengaruh game mobile legend terhadap manajemen waktu mahasiswa Prodi PPKn FKIP UNRAM. Oleh karenanya, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.
·         Lokasi penelitian ini adalah Prodi PPKn FKIP UNRAM yang mayoritas mahasiswanya banyak yang memainkan game mobile legend. Prodi PPKn FKIP Unram merupakan salah satu Prodi dari jurusan Pendidikan IPS di Universitas Mataram.
·         Dalam membuat karya tulis ini penulis mendapatkat informasi dan data-data penelitian dari hasil wawancara terhadap beberapa narasumber, melalui angket yang dibagikan kepada mahasiswa Prodi PPKn FKIP UNRAM, serta dengan melakukan observasi ditempat penelitian (Prodi PPKn FKIP UNRAM).
·         Keseluruhan data yang diperoleh, selanjutnya dianalisis dengan metode yang dikembangkan berdasarkan kajian penelitian kualitatif. Temuan data yang berupa ide, gagasan dalam bentuk konsep, dan dokumen-dokumen hasil pengamatan langsung, selanjutnya disusun secara sistimatis sesuai dengan karakteristik permasalahan yang inig dijawab. Proses analisis data secara kualitatif, sebagaimana dikemukakan Muhajir (1990) dilakukan berdasarkan analisis perbandingan data hasil yang terhimpun yang disimpulkan secara induktif-konseptual, dengan memperhatikan tahapan reduksi data, pengorganisasian atas data, dan interpretasi data

Laporan perkembangan ke-1 Penelitian Pendidikan


LAPORAN PERKEMBANGAN KE-1 TUGAS AKHIR
PERKULIAHAN KE-12
NAMA : RINA ANGGRAINI
NIM : E1B015042
NO.HP : 082339930208

BAB I
PENDAHULUAN
KEADAAN YANG SEBENARNYA
A.    Pendidikan Karakter
1.      Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasiona pada Bab I Pasal: 1 ayat (1)  usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
2.      pendidikan karakter menurut kurikulum K13
Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 Pendidikan karakter bukan hanya penting, tetapi mutlak dilakukan oleh setiap bangsa jika ingin menjadi bangsa yang beradab. Banyak fakta membuktikan bahwa bangsa-bangsa yang maju bukan disebabkan bangsa tersebut memiliki sumber daya alam yang berlimpah, melainkan bangsa yang memiliki karakter unggul seperti kejujuran, kerja keras, tanggung jawab dan lainnya.
3.      Pada kenyataanya Fenomena merosotnya karakter bangsa di tanah air dapat disebabkan lemahnya pendidikan karakter dalam meneruskan nilai-nilai kebangsaan. Karakter bangsa yang rapuh dan lemah memang mencemaskan, terlebih lagi jika dihadapkan dengan iklim globalisasi dan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi dewasa ini yang membawa keterbukaan terhadap informasi yang datang dari luar.
4.      Untuk mengatasi permasalah tersebut Perlunya dilakukan Penelitian terkait dengan implementasi pendidikan karakter sebagai landasan wawasan kebangsaan sehingga kita mengetahui solusi apa yang akan di lakukan dalam mengatasi lemahnya pendidikan karakter dalam meneruskan nilai-nilai kebangsaan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah Mengkaji kebijakan pendidikan karakter di sekolah berwawasan kebangsaa SMK Negeri 5 Mataram
2.      Bagaimanakah implementasi pendidikan karakter di Sekolah Berwawasan Kebangsaan SMK Negeri 5 Mataram

C.     Tujuan Penelitian
1.      Untuk Mengkaji kebijakan pendidikan karakter di sekolah berwawasan kebangsaa SMK Negeri 5 Mataram
2.      Untuk Mengkaji implementasi pendidikan karakter di Sekolah Berwawasan Kebangsaan SMK Negeri 5 Mataram

D.    Manfaat penelitian
1.      Manfaat Penelitian Teoritis
a.       Menjadi bahan rujukan dan bahan informasi untuk pendidikan yang sejenis dan dipergunakan masa yang akan datang.
b.      Memperkaya khasanah dan pengetahuan dalam bidang pendidikan, tertama bidang kajian profesionalisme keguruan yang membahas tentang pendidikan karakter sebagai wawasan kebangsaan.
2.      Manfaat Praktis Secara praktis
a.       Hasil penelitian ini menjadi masukan dan pedoman pembelajaran pendidikan karakter di sekolah agar menjadi semakin baik di masa yang akan datang dalam mendukung proses pembelajaran pendidikan karakter yang efektif.
b.      Hasil penelitian ini menjadi bahan informasi dan masukan guru dan kepala sekolah guna menggunakan dengan baik
c.       Hasil penelitian ini menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pengembangan pendidikan karakter guru bidang studinya PPKn
d.      Hasil penelitian ini menjadi sumber informasi dalam usaha meningkatkan implementasi pendidikan karakter melalui program dinas pendidikan guru dapat menyelenggarakan pendidikan karakter di daerah secara baik





Selasa, 03 Juli 2018

Penulisan Tabel, Penyajian Gambar, Grafik Dan Skema


TUGAS 9
Jumat, 19 Mei 2018

NAMA : RINA ANGGRAINI
NIM     : E1B015042
BLOG  : rinappkn.blogspot.com
NO.HP : 082339930208

PENULISAN TABEL, PENYAJIAN GAMBAR, GRAFIK DAN SKEMA


A.    TABEL
1.      Tabel dalam penulisan ilmiah berfungsi untuk memperjelas maksud dari tulisan agar mudah dibaca atau interpretasikan dengan tidak mempunyai arti ganda.
Petunjuk tentang penulisan tabel adalah sebagai berikut;
a.    judul tabel meliputi; Tabel, nomor tabel, judul tabel yang menggambarkan isi dari tabel berdasarkan tempat dan tahun data diperoleh.
b.    nomror tabel disesuaikan dengan Bb yang ada, apabila pada Bab XIV dan tabel pertama, beraerti tulisannya adalah tabel 14.1
c.    judul tabel pada setiap kata digunakan huruf besar kecuali kata penghubung.
d.    garis dalam tabel digunakan hanya dalam arah mendatar sedangkan untuk arah vertikal garis tidak nampak.

2.      Tujuan Penyajian Tabel
a.    Mensistematisasikan data statistic
b.    Memfasilitasi pemahaman dan penafsiran data
c.    Memfasilitasi pencarian hubungan antardata

3.      Prinsip Penyajian Tabel:
-     Tampilan sederhana dan jelas
-     > ½ halaman disajikan pada halaman tersendiri
-     < ½ halaman diintegrasikan dengan teks
-     Diberikan identitas (nomor dan nama)
-     >1 halaman, bagian kepala tabel diulang pada halaman berikutnya
-     Setiap huruf pertama nama tabel ditulis kapital kecuali kata hubung
-     Kata tabel ditulis , diikuti nomor dan nama tabel
-     Jika nama lebih dari satu baris, baris kedua dst. dimulai sejajar dengan huruf
 awal baru
-     Judul tabel tidak diakhiri dengan titik (.)
-     Jarak tiga spasi antara teks sebelum dan sesudah tabel
-     Dibuat hanya garis horisontal saja, vertikal tidak tampak
-     Ditulis sumbernya bila tabel kutipan

4.      Contoh penulisan tabel :
Tabel 2. Distribusi penduduk Sumber Sari Kecamatan Kangean menurut golongan umur dan jenis kelamin pada tahun 2010.
(jarak 1 spasi)
Golongan Umur (tahun
Jenis Kelamin
Pria
%
Wanita
%
0 – 4
5 – 9
10 – 14
15 – 24
25 – 49
50 – 65
> 65
2.582
3.105
4.760
8.478
6.379
2.119
1.236
8,93
10,73
16,45
29,31
22,05
7,32
4,27
2.503
3.085
4.818
8.936
6.454
2.132
2.252
8,58
10,49
16,53
30,65
22,14
7,31
7,72
Jumlah
28.929
100,00
29,153
100,00
Sumber : Data monografi Kecamatan Kangean tahun 2010


B.     Penyajian gambar.
Setelah kita melewati proses menggambar menggunakan proyeksi dari salahsatu proyeksi tersebut maka proses selanjutnya adalah penyajian gambar,baik menggunakan file langsung ( soft Copy ) maupun menggunakan hard copy alias penyajian gambar dalam bentuk kertas.
Dalam penyajian sebuah gambar yang nantinya akan dipergunakan oleh orang lain harus memiliki informasi yang benar-benar komplit,bahkan sampai kepada bagaimana cara pendang yang dipergunakan yakni apakah proyeksi amerika atau proyeksi eropa,untuk menghindari kesalahpahaman tentang proyeksi yang dipergunakan terhadap sebuah gambar maka kita bisa melihat symbol atau lambang dari kedua jenis proyeksi tersebut. Seperti ini lambing atau symbol yang dipergunakan oleh kedua jenis proyeksi orthogonal tersebut.
Description: AutoCAD Tangerang
simbol Proyeksi
image by.google


     
C.     GRAFIK
1.       Pengkodean dan Judul Diagram/ Grafik
Setiap diagram/ grafik dalam skripsi harus diberi nomor dengan menggunakan angka Arab secara berurutan sesuai dengan banyak tabel dimulai dari bab dimana diagram/ grafik itu ada. Judul diagram/ grafik ditulis dengan huruf pada setiap awal kata kecuali kata penghubung, dan dirumuskan secara singkat tetapi jelas. Harus diupayakan agar diagram/ grafik dapat disajikan secara utuh pada halaman yang sama.
2.      Penyusunan Kata-kata dalam Judul Diagram/ Grafik
a.       Judul diagram/ grafik diupayakan sesingkat mungkin.
b.       Baik judul diagram/ grafik yang terdiri dari satu baris maupun lebih, kata-katanya
disusun simetris baik dari tepi kiri maupun dari tepi kanan halaman.
c.       Nomor dan judul gambar diletakkan di bawah gambar. Judul gambar harus sama dengan judul gambar yang tercantum pada halaman daftar gambar. Gambar/Grafik harus jelas dan komunikatif.

3.       Tujuan Penyajian Gambar:
-     Visualisasi data/pernyataan kualitatif
-     Visualisasi hubungan antarvariabel
-     Penyajian data statistik dengan grafik

4.      jenis-jenis grafik dan contohnya

Grafik batang, atau yang dikenal juga dengan sebutan histogram dipakai untuk menekankan perbedaan tingkat nilai dan beberapa aspek. Grafik jenis ini merupakan grafik yang paling sederhana, sangat mudah untuk dipahami dan hanya menggambarkan data dalam bentuk batang. Panjangnya batang menggambarkan presentase dari data, sedangkan lebarnya semuanya berukuran sama. Tetapi umumnya data yang dapat diperbandingkan tidak terlalu banyak, maksimalnya hanya delapan data. Untuk lebih memperjelas perbandingan antara batang yang satu dengan yang lainnya diperlukan warna-warna yang berbeda.
Description: http://pengertianku.net/wp-content/uploads/2015/02/contoh-grafik-batang.jpg
contoh grafik batang
Grafik garis, pada umumnya sering digunakan untuk menggambarkan suatu perkembangan atau perubahan dari waktu ke waktu.
Description: http://pengertianku.net/wp-content/uploads/2015/02/contoh-grafik-garis.jpg
Contoh grafik garis
Grafik lingkaran yaitu penyajian dari data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran atau gambaran naik turunnya data berupa lingkaran untuk menggambarkan persentase dari nilai total atau nilai keseluruhan.
Description: http://pengertianku.net/wp-content/uploads/2015/02/contoh-grafik-lingkaran.jpg
Contoh grafiklingkaran
Tujuan pembuatan grafik yaitu untuk menunjukkan perbandingan, informasi yang kualitatif dengan cepat dan sederhana. Data-data dalam bentuk uraian deskriptif yang ruwet dan juga kompleks bisa disederhanakan dengan menggunakan grafik. Jadi, jika sebuah grafik sulit dibaca atau dipahami berarti akan kehilangan manfaatnya yang berharga.
Fungsi grafik yaitu untuk menggambarkan data-data dalam bentuk angka (data kuantitatif) secara teliti dan menerangkan perkembangan serta perbandingan suatu obyek ataupun peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Jadi dapat disimpulkan fungsi grafik:
1.    Menggambarkan data kuantitatif dengan teliti.
2.    Menerangkan perkembangan, perbandingan suatu obyek ataupun peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Grafik disusun berdasarkan prinsip-prinsip matematika dengan menggunakan data-data yang komparatif.

D.    Daftar Skema

Pada halaman daftar skema dicantumkan nomor skema, judul skema, dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks. Judul skema yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal